Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

HADITS SEBAGAI SUMBER HUKUM; DALIL DARI AL-QUR'AN

Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang yang memerintahkan untuk patuh kepada rasul dan mengikuti sunnahnya. Banyak ayat Al – Qur’an yang menerangkan memparcayai dan menerima segala sesuatu yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup. Diantaranya adalah : Ali Imran yang artinya “Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang mukmin seperti keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia memisahkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang gaib, akan tetapi, Allah akan memilih siapa yang dikehendaki-Nya diantara Rasul-Rasulnya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya dan jika kamu beriman dan bertaqwa, maka bagimu pahala yang besar.”
Dalam surat An-Nisa ayat 136 Allah SWT. Berfirman, yang artinya sebagai berikut “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Bagi siapa yang kafir kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasulnya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”.
Dalam surat Ali Imran diatas, Allah memisahkan antara orang-orang mukmin dengan orang-orang yang munafik. Dia juga akan memperbaiki keadaan orang-orang mukmin dan memperkuat iman mereka. Oleh karena itu, orang mukmin dituntut agar tetap beriman kepada Allah SWT. Dan Rasul-Nya.
Pada surat An-Nisa ayat 136, sebagaimana halnya pada surat Ali Imran ayat 179, Allah menyeru kaum muslimin agar beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Muhammad SAW), Alqur’an, dan kitab yang diturunkan sebelumnya. Kemudian pada akhir ayat, Allah SWT. Mengancam orang-orang yang mengingkari seruan-Nya.
Selain memerintahkan umatr Islam agar percaya kepada Rasulullah SAW, Allah juga menyerukan agar umat-Nya menaati segala bentuk perundang-undangan dan peraturan yang dibawanya, baik berupa perintah maupun larangan, Tuntutan taat dan patuh kepada Rasulullah SAW. Perintah patuh kepada rasul berarti perintah mengikuti sunnah sebagai hujjah, diantaranya adalah:

QS. An-Nisa ayat 65
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجاً مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيماً -٦٥

Artinya :
“65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
QS. Ali ‘Imran: 31
ُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ -٣١
Artinya :
“31. Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS. Al Ahzab : 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً -٢١
Artinya :
“21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
QS. Al Ahzab : 36
َمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً -٣٦

Artinya :
“36. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

QS. Al Hasyir : 7
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا-٧
Artinya :
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah.”

Senin, 10 Juni 2013

TAFSIR SURAT AZLZALZALAH

PENDAHULUAN

Surat ini terdiri dari delapan (8) ayat. Termasuk golongan surat Madaniyah doturunkan sesudah surat An Nisaa’. Nama Al Zalzaalah diambil dari kata zilzal yang terdapat pada ayat pertama yang memiliki arti : goncangan.
POKOK-POKOK ISINYA:
Kegoncangan bumi yang sangat hebat pada hari kiamat itu dan kebingungan manusia ketika itu; manusia pada hari(baik mukmin maupun kafir) itu dikumpulkan untuk dihisab amal perbuatan mereka. Didalam surat ini ditegaskan bahwa setiap perbuatan baik walau sekecil biji zarah akan dibalas dan keburukan sebesar biji zarah akan dibalas pula.

1. ASBABUN-NUZUL SURAT AZ-ZALZALAH AYAT 7-8
 Sa’id bin Jubair meriwayatkan, kedua ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaum muslimin yang saat turun QS. 76:8 diturunkan, beranggapan bahwa orang yang bersedekah sangat kecil tidak akan mendapat pahala. Sedang yang lainnya menganggap dosa-dosa ringan yang mereka lakukan tidak akan mendapat siksa (HR. Ibnu Abi Halim)
2. TAFSIR PER-AYAT
Ayat 1.
إِذَا زُلْزِلَتِ الأرْضُ زِلْزَالَهَا
1 Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat)
Ket : Orang-orang kafir bertanya-tanya tentang hari hisab. Mereka berkata: "Kapan datangnya Hari Kiamat itu?" dan lain-lain pertanyaan mereka. Lalu Allah menjelaskan dalam surah ini tanda-tanda Hari Kiamat, agar mereka mengetahui bahwa tidak mungkin menentukan waktu datangnya hari tersebut, saat manusia seluruhnya dikumpulkan di hadapan Allah SWT untuk ditentukan siapa-siapa yang berhak mendapat azab dan siapa pula yang harus mendapat pahala.
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa bumi bergetar dan berguncang sedahsyat-dahsyatnya, sebagaimana diterangkan dalam ayat lain dengan firman Nya:
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar “(dahsyat) (Q.S. Al-Hajj: 1)
dan firman-Nya:
“Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.” (Q.S. Al-Waqi'ah: 4)
Keterangan ini menunjukkan tentang dahsyatnya keadaan ketika itu, dimaksudkan untuk menarik perhatian orang-orang kafir agar mereka memikirkan dan merenungkannya. Seakan-akan dikatakan kepada mereka apabila bumi sebagai benda padat bisa bergetar dengan dahsyat pada hari itu, maka mengapakah kamu sendiri tidak mau sadar dari kelalaian dengan meninggalkan kekafiranmu.
Ayat 2.
وَأخْرَجَتِ الأرْضُ أَثْقَالَهَا
2 dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya
Ket : Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa pada hari terjadi kegoncangan itu, karena dahsyatnya maka bumi menghamburkan isi perutnya yang terpendam berupa logam, harta simpanan dan mayat-mayat isi kuburan.
Allah berfirman “Dan apabila bumi diratakan dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.” (Q.S. Al-Insyiqaq: 3, 4) Contohnya, sebagaimana terjadi dengan letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 dan lain-lain di Indonesia, yang begitu dahsyat sehingga mengeluarkan lava dan isi perutnya.
Ayat 3.
وَقَالَ الإنْسَانُ مَا لَهَا
3 dan manusia bertanya: `Mengapa bumi (jadi begini)?
Ket : Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa orang-orang yang berkesempatan mengalami dan menyaksikan kejadian yang dahsyat yang belum pernah terjadi, membuat terperanjat orang-orang yang melihatnya, berkata, "Apa gerangan yang terjadi bagi bumi yang belum pernah terjadi sebelumnya?".
Dalam ayat lain Allah berfirman “Dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. (Q.S. Al-Hajj: 2)”
Ayat 4.
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَ
4 Pada hari itu bumi menceritakan beritanya
Ket : Membicarakan apa yang telah dikerjakan oleh orang orang yang berada di atasnya. 'Sesungguhnya beritanya adalah dia bersaksi bagi setiap hamba, laki-laki maupun perempuan atas apa yang telah mereka lakukan di atasnya. Dia akan mengatakan, 'Dia mengerjakan ini dan itu, pada hari ini dan itu.' Demikian itulah beritanya.'"                                                                                          
Ayat 5.
بأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
5 karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.
Ket : Allah memerintahkan bumi untuk berbuat demikian (meluapkan isi perut nya). Dan bagaimana mungkin bumi akan menolak perintah Tuhannya.
Ayat 6.
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْاأعْمَالَهُم
6 Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
Ket : Manusia akan keluar sesuai dengan amal perbuatan yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Ada yang berbentuk seperti kera, hitam pekat, lidah menjulur kebawah, dan berbagai keadaan manusia pada hari itu.
Ayat 7 dan 8.
7 Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
فمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
8 Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَه
Ket : Dalam ayat-ayat ini Allah memperincikan balasan amal masing-masing. Maka barangsiapa beramal baik, walaupun amalnya itu seberat atom atau karena terlalu kecil niscaya akan diterima balasannya, begitu pula yang beramal jahat walaupun seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolongnya dan melepaskannya dari siksa kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka.
Adapun keterangan ayat yang menyatakan bahwa pahala amal perbuatan mereka tidak berguna, maksudnya tidak dapat melepaskan mereka dari siksa kekafiran, walaupun ada keringanan dari siksa kejahatannya selain azab kekafiran. Adapun siksa kekafiran tidak akan dikurangi sedikitpun, sebagaimana firman Allah: “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hart Kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat atompun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (Q.S. Al-Anbiya': 47)”
Dalam sebuah Hadis dinyatakan bahwa Hatim seorang yang paling pemurah dari orang musyrik Arab, diringankan azabnya karena kedermawanannya. Begitu pula Abu Lahab diringankan sedikit azabnya karena kegembiraannya dengan kelahiran Nabi SAW.


KESIMPULAN
Surat ini menggambarkan dahsyatnya hari kiamat. Bumi mengeluarkan apa yang berada didalam perutnya. Sesuai dengan perintah Tuhanmu yang memerintahkannya demikian. Pada hari itu manusia akan digolongkan sesuai dengan golongan mereka masing-masing untuk diperlihatkan hasil dari amalan yang telah mereka kerjakan. Semua hal akan diadili. Semua kebaikan walaupun sekecil zarah pun akan dihitung kebaikannya dan begitu pula sebaliknya. Maka, surat ini secara tidak langsung memerintahkan kita untuk berbuat kebaikan apapun bentuknya. Karena sekecil apapun kebaikan itu akan dihitung. Juga, surat ini memerintahkan kita untuk tidak melanggar larangan-Nya. Karena sekecil apapun dosa yang kita perbuat maka akan tetap mendapat balasan.


Malith Madushanka - Cool Blogger Tutorials